JSA-ASEAN
Matsuri dan Kebudayaan Korporasi Jepang Matsuri dan Kebudayaan Korporasi Jepang
Monday, 05 Mar 2018 00:00 am
JSA-ASEAN

JSA-ASEAN

Perpustakaan Nasional RI: Katalog dalam Terbitan (KTD)

BUDAYA KORPORASI JEPANG DAN MATSURI

© Ike Lawanda Iswary

 

Cetakan pertama: Februari 2009

 

14,5 x 21 cm; viii + 298 halaman

 

ISBN: 979-25-7591-X

  1. Budaya Jepang
  2. Perusahaan Jepang

 

Penyunting                                          : Amin Wangsitalaja

                           Shobichatul Aminah

Penyunting Bahasa                               : Putri Andam Dewi

Desain Sampul                                      : Agvenda

Kata Pengantar                                                : Prof. Dr. I Ketut Surajaya

 

Penerbit

ILUNI Kajian Wilayah Jepang Press

Gedung Pusat Studi Jepang Lt. 2 R.226

Kampus Universitas Indonesia

Depok 16424

Telp/Fax. 021-78880642

E-mail: iluni_kwj@yahoo.com

 

Percetakan :

PT. LKiS Printing Cemerlang                                 Telp: (0274) 417762

Salakan Baru No.3 Sewon Bantul                      E-mail: elkispelangi@yahoo.com

Jl. Parangtritis Km.4,4 Yogyakarta

MATSURI & KEBUDAYAAN KORPORASI JEPANG

 

Perusahaan-perusahaan di Jepang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara. Keberhasilan tersebut bersumber dari penciptaan kinerja yang dibentuk oleh sebuah korporasi yang kokoh. Kesadaran bahwa SDM merupakan kekuatan utama untuk membangun sebuah korporasi yang kokoh adalah kunci keberhasilan sebuah perusahaan untuk bertahan dalam situasi yang krisis sekalipun. Salah satu cara memperkuat bangunan SDM adalah dengan menananmkan kebudayaan korporasi melalui penyelenggaraan matsuri.

Penulis buku ini menjelaskan secara gamblang dan lugas akar-akar budaya Jepang yang “incorporated” dengan budaya organisasi perusahaan Jepang. Sebagai contoh, makna simbolik dari kartu nama (meishi) adalah kata lain dari pola interaksi antara anggota suatu perusahaan dengan anggota perusahaan lain. Dalam konteks ini berlaku interaksi pola uchi no kaisha dan soto no kaisha (perusahaan kita dan perusahaan mereka). Keseragaman, lambang, dan atribut merupakan simbol-simbol budaya yang ditonjolkan dalam sebuah korporasi yang berbasis identitas budaya.

 

(Prof. Dr. I Ketut Surajaya,

 Guru Besar Sejarah Jepang FIB UI)

 

ILUNI KAJIAN WILAYAH JEPANG adalah lembaga nirlaba yang mengupayakan penerbitan hasil-hasil penelitian tentang Jepang dan penerjemahan buku-buku yang berkaitan dengan kebudayaan Jepang, baik di bidang sastra, sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lain-lain.